Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Lingkungan Ekonomi

Perusahaan sebagai bagian dari lingkungan ekonomi perlu mencermati situasi dan kondisi ekonomi. Optimaslisasi kekuatan dan kelemahan tidak menjamin perusahaan sukses. Manajemen perlu antisipatif terhadap peluang dan ancaman lingkungan makro khususnya linkungan ekonomi.
Kondisi ekonomi merefleksikan kondisi bisnis nyata. Peningkatan pertumbuhan ekonomi cenderung konsumsi dan permintaan meningkat, sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang menurun mengakibatkan konsumsi dan permintaan menurun. Besaran sensitifitas atas pertumbuhan ekonomi tiap-tiap industri berbeda.
Faktor inflasi merupakan salah satu faktor ekonomi. Inflasi terjadi akibat
tiga hal, yaitu tingginya upah pekerja, tingginya biaya produksi, dan tinginya penghasilan. Ketiga hal tersebut mendorong terjadinya kenaikan harga barang dan jasa secara umum pada periode tertentu. Inflasi berdampak terhadap menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat.
Permintaan atas barang dan jasa juga dipengaruhi oleh faktor suku bunga. Peningkatan suku bunga cenderung merubah pola konsumsi. Konsumsi cenderung menurun dan menabung cenderung meningkat. Dari sisi perusahaan, peningkatan suku bunga mendorong biaya meningkat dan pada akhirnya harga jual juga meningkat.
Dari ketiga indikator kondisi ekonomi kita mendapat gambaran bahwa manajemen harus entisipatif atas perubahan kondisi ekonomi.

A.    FAKTOR  EKONOMI YANG  MEMPENGARUHI  KINERJA BISNIS
Kinerja kebanyakan bisnis sangat tergantung pada tiga faktor ekonomi makro, yaitu :
1.      Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan dalam tingkat umum dari aktivitas  ekonomi. Resesi adalah pertumbuhan ekonomi negative untuk dua cultural berturut-turut. Contoh; ketika pertumbuhan ekonomi Amerika lebih tinggi daripada yang biasanya, tingkat total pekerja Amerika relative tinggi. Jadi ada pengeluaran yang lebih tinggi untuk barang produksi dan jasa. Karena permintaan barang dan jasa tinggi, maka perusahaan barang dan jasa penerimaannya juga tinggi. Indikator pertumbuhan ekonomi adalah :
§ Tingkat total produksi barang/jasa
§ Jumlah total pengeluaran (agregat)
Indicator alternative pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pengangguran. Ada empat tipe-tipe pengangguran:
§  Pengangguran karena frikis (pengangguran natural),
§  Pengangguran musiman,
§  Pengangguran siklis, dan
§  Pengangguran structural
2.      Inflasi
Adalah peningkatan tingkat harga umum dari barang dan jasa dalam periode waktu tertentu. Inflasi mempengaruhi biaya operasi perusahaan, karena naiknya biaya barang pasokan dan bahan baku serta mempengaruhi gaji/upah.
Tipe inflasi, yaitu :
·   Cost push-inflation, apabila produk diberi harga lebih tinggi karena  biaya perusahaan lebih besar
·        Demand-pull inflation, apabila harga barang/jasa tertarik naik karena permintaan konsumen yang kuat
3.       Tingkat Suku Bunga
Merupakan biaya atas pengadaan dana pinjaman. Pergerakan tingkat suku bunga mempengaruhi biaya bunga serta berdampak pada nilai perusahaan.
Dampak Tingkat Suku Bunga pada Nilai Perusahaan
Sebagai gambaran bagaimana tingkat suku bunga dapat mempengaruhi nilai perusahaan.
Ringkasan Ekonomi Makro yang Dapat Mempengaruhi Kinerja Perusahaan
Penerimaam perusahaan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Yang mempengaruhi produk perusahaan. Penerimaannya dan biaya operasionalnya dipengaruhi oleh inflasi. Biaya bunga dipengaruhi oleh pergerakan tingkat suku bunga.

B.     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA PASAR
Pergeseran jadual Permintaan dan jadual Penawaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
         Pendapatan Konsumen
Apabila pendapatan konsumen naik, maka  permintaan akan barang./jasa akan naik yang mengakibatkan harga lebih tinggi. Sebaliknya jika pendapatan konsumen menurun, maka permintaan untuk produk tertentu menurun.
         Preferensi Konsumen
Apabila selera konsumen untuk suatu produk   berubah, maka kuantitas permintaan produk oleh konsumen juga berubah, yang mempengaruhi harga jual.
         Biaya Produksi
Dalam kondisi biaya lebih rendah, perusahaan memproduksi lebih yang mengakibatkan surplus produk dan memaksa peru- sahaan menurunkan harga agar produk dapat terjual.  Ketika biaya perusahaan naik, maka akibat sebaliknya akan terjadi.

C.     PENGARUH PEMERINTAH PADA KONDISI EKONOMI
Pemerintah dapat mempengaruhi bisnis dengan menerapkan peraturan atau dengan membuat kebijakan yang mempengaruhi kondisi ekonomi, yaitu Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal:
         Kebijakan Moneter 
Keputusan  pada tingkat persediaan uang (money supply) sperti di Negara Amerika. Kebijakan moneter mempengaruhi tingkat persediaan uang, sehingga akan mempengaruhi tingkat suku bunga.
         Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal mewakili keputusan bagaimana pemerintah federal seharusnya menentukan serangkaian tingkat pajak dan membelanjakan uangnya. Keputusan ini sangat relevan untuk bisnis karena mereka mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan dengan demikian dapat mempengaruhi permintaan barang atau jasa perusahaan.
¨      Revisi dari tingkat pajak pendapatan pribadi
¨      Revisi atas pajak korporasi
¨      Revisi dalam pajak cukai
¨      Revisi dalam defisit anggaran belanja
Jika defisit anggaran  ditutup dengan dana pinjaman, maka permintaan akan dana akan tinggi yang akan mengakibatkan naiknya tingkat suku bunga.      
Pengaruh Pemerintah pada Faktor-faktor Ekonomi
Pengaruh dari kebijakan fiskal ialah tingkat pajak pribadi sehingga mempengaruhi perilaku pengeluaran konsumen.  Dan juga dapat mempengaruhi tingkat pajak korporasi yang mempengaruhi pendapatan perusahaan. Sedangkan pengaruh dari kebijakan moneter ialah mempengaruhi tingkat suku bunga, dengan demikian kebijakan moneter juga mempengaruhi biaya bunga yang ditanggung perusahaan.

Sumber:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar