Perusahaan sebagai bagian dari lingkungan ekonomi perlu mencermati situasi
dan kondisi ekonomi. Optimaslisasi kekuatan dan kelemahan tidak menjamin
perusahaan sukses. Manajemen perlu antisipatif terhadap peluang dan ancaman
lingkungan makro khususnya linkungan ekonomi.
Kondisi ekonomi merefleksikan kondisi bisnis nyata. Peningkatan pertumbuhan
ekonomi cenderung konsumsi dan permintaan meningkat, sebaliknya pertumbuhan
ekonomi yang menurun mengakibatkan konsumsi dan permintaan menurun. Besaran
sensitifitas atas pertumbuhan ekonomi tiap-tiap industri berbeda.
Faktor inflasi merupakan salah satu faktor ekonomi. Inflasi terjadi akibat
tiga hal, yaitu tingginya upah pekerja, tingginya biaya produksi, dan tinginya
penghasilan. Ketiga hal tersebut mendorong terjadinya kenaikan harga barang dan
jasa secara umum pada periode tertentu. Inflasi berdampak terhadap menurunnya
daya beli dan konsumsi masyarakat.
Permintaan atas barang dan jasa juga dipengaruhi oleh faktor suku bunga.
Peningkatan suku bunga cenderung merubah pola konsumsi. Konsumsi cenderung
menurun dan menabung cenderung meningkat. Dari sisi perusahaan, peningkatan
suku bunga mendorong biaya meningkat dan pada akhirnya harga jual juga
meningkat.
Dari ketiga indikator kondisi ekonomi kita mendapat gambaran bahwa
manajemen harus entisipatif atas perubahan kondisi ekonomi.
A.
FAKTOR EKONOMI YANG
MEMPENGARUHI KINERJA BISNIS
Kinerja kebanyakan bisnis sangat tergantung pada tiga faktor ekonomi
makro, yaitu :
1.
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan dalam
tingkat umum dari aktivitas ekonomi.
Resesi adalah pertumbuhan ekonomi negative untuk dua cultural berturut-turut.
Contoh; ketika pertumbuhan ekonomi Amerika lebih tinggi daripada yang biasanya,
tingkat total pekerja Amerika relative tinggi. Jadi ada pengeluaran yang lebih
tinggi untuk barang produksi dan jasa. Karena permintaan barang dan jasa
tinggi, maka perusahaan barang dan jasa penerimaannya juga tinggi. Indikator
pertumbuhan ekonomi adalah :
§ Tingkat total produksi barang/jasa
§ Jumlah total pengeluaran (agregat)
Indicator alternative pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pengangguran. Ada empat tipe-tipe pengangguran:
§ Pengangguran karena frikis (pengangguran natural),
§ Pengangguran musiman,
§ Pengangguran siklis, dan
§ Pengangguran structural
2.
Inflasi
Adalah peningkatan tingkat harga umum dari barang dan jasa dalam periode
waktu tertentu. Inflasi mempengaruhi biaya operasi perusahaan, karena naiknya
biaya barang pasokan dan bahan baku serta mempengaruhi gaji/upah.
Tipe inflasi, yaitu :
· Cost push-inflation, apabila
produk diberi harga lebih tinggi karena
biaya perusahaan lebih besar
· Demand-pull inflation,
apabila harga barang/jasa tertarik naik karena permintaan konsumen yang kuat
3.
Tingkat Suku Bunga
Merupakan biaya atas pengadaan dana pinjaman. Pergerakan tingkat suku
bunga mempengaruhi biaya bunga serta berdampak pada nilai perusahaan.
Dampak Tingkat
Suku Bunga pada Nilai Perusahaan
Sebagai gambaran bagaimana tingkat suku bunga dapat mempengaruhi nilai
perusahaan.
Ringkasan
Ekonomi Makro yang Dapat Mempengaruhi Kinerja Perusahaan
Penerimaam perusahaan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Yang
mempengaruhi produk perusahaan. Penerimaannya dan biaya operasionalnya
dipengaruhi oleh inflasi. Biaya bunga dipengaruhi oleh pergerakan tingkat suku
bunga.
B.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA PASAR
Pergeseran
jadual Permintaan dan jadual Penawaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor,
yaitu :
•
Pendapatan Konsumen
Apabila
pendapatan konsumen naik, maka
permintaan akan barang./jasa akan naik yang mengakibatkan harga lebih
tinggi. Sebaliknya jika pendapatan konsumen menurun, maka permintaan untuk
produk tertentu menurun.
•
Preferensi Konsumen
Apabila selera
konsumen untuk suatu produk berubah,
maka kuantitas permintaan produk oleh konsumen juga berubah, yang mempengaruhi
harga jual.
•
Biaya Produksi
Dalam kondisi
biaya lebih rendah, perusahaan memproduksi lebih yang mengakibatkan surplus
produk dan memaksa peru- sahaan menurunkan harga agar produk dapat
terjual. Ketika biaya perusahaan naik,
maka akibat sebaliknya akan terjadi.
C.
PENGARUH PEMERINTAH PADA KONDISI EKONOMI
Pemerintah
dapat mempengaruhi bisnis dengan menerapkan peraturan atau dengan membuat
kebijakan yang mempengaruhi kondisi ekonomi, yaitu Kebijakan Moneter dan
Kebijakan Fiskal:
•
Kebijakan Moneter
Keputusan pada tingkat persediaan uang (money supply)
sperti di Negara Amerika. Kebijakan moneter mempengaruhi tingkat persediaan
uang, sehingga akan mempengaruhi tingkat suku bunga.
• Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal mewakili keputusan bagaimana pemerintah federal
seharusnya menentukan serangkaian tingkat pajak dan membelanjakan uangnya.
Keputusan ini sangat relevan untuk bisnis karena mereka mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi dan dengan demikian dapat mempengaruhi permintaan barang
atau jasa perusahaan.
¨
Revisi dari
tingkat pajak pendapatan pribadi
¨
Revisi atas
pajak korporasi
¨
Revisi dalam
pajak cukai
¨
Revisi dalam
defisit anggaran belanja
Jika defisit
anggaran ditutup dengan dana pinjaman,
maka permintaan akan dana akan tinggi yang akan mengakibatkan naiknya tingkat
suku bunga.
Pengaruh
Pemerintah pada Faktor-faktor Ekonomi
Pengaruh dari
kebijakan fiskal ialah tingkat pajak pribadi sehingga mempengaruhi perilaku
pengeluaran konsumen. Dan juga dapat
mempengaruhi tingkat pajak korporasi yang mempengaruhi pendapatan perusahaan.
Sedangkan pengaruh dari kebijakan moneter ialah mempengaruhi tingkat suku
bunga, dengan demikian kebijakan moneter juga mempengaruhi biaya bunga yang
ditanggung perusahaan.
Sumber:
0 komentar:
Posting Komentar